Sabtu, 14 April 2018

Islam Bukan Produk Budaya

Heraklius penguasa Romawi pernah bertanya kepada Abu Sufyan sewaktu dirinya masih musyrik. Kata Heraklius:

ماذا يأمركم؟

“Apa yang dia (Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam) perintahkan kepada kalian?”

Abu Sufyan menjawab:

يقول: اعبدوا الله وحده ولا تشركوا به شيئا، واتركوا ما يقول آباؤكم، ويأمرنا بالصلاة والزكاة والصدق والعفاف والصلة

"Dia menyerukan, "Beribadahlah kepada Allah semata dan janganlah kalian menyekutukannya dengan sesuatupun, tinggalkanlah apa yang diajarkan oleh nenek moyang kalian. Dan dia juga memerintahkan kami sholat, zakat, berlaku jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung tali silaturohim.” (Riwayat Al-Bukhori 7 & Muslim 1773)

Tiga perkara yang paling ditentang oleh kaum musyrikin saat itu dan mengapa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam sangat dimurkai oleh kaumnya adalah dakwah kepada tauhid, meninggalkan syirik, serta larangan membebek kepada ajaran nenek moyang.

Maka bila orang berislam hanya mengikuti kebiasaan yang sudah berlaku di masyarakatnya, meninggalkan tauhid dan sunnah, melestarikan budaya yang mengandung syirik dan bid'ah, maka sudah pasti yang diikuti bukan Islamnya Nabi shollallahu 'alaihi wasallam.

Siapapun kita, suka tidak suka harus siap dikoreksi seperti orang-orang Arab sewaktu Islam turun di tengah-tengah mereka. Begitupula ketika Islam melebar ke wilayah Persia, Romawi sampai ke Nusantara. Sehingga karakter rohmatan lil 'alamin yang melekat pada Islam betul-betul dapat dirasakan atmosfernya oleh seluruh manusia. Akan tetapi bila Anda belum bisa menerima Islam sebagai pedoman hidup, jangan sekali-kali berpikir untuk menistakannya.
____________

Fikri Abul Hasan

0 comments:

Posting Komentar