Kamis, 08 Oktober 2020

Tauhid Ruh Dakwah Ilallaah

Dakwah kepada tauhid termasuk awjabul waajibaat yaitu kewajiban paling utama. Karena tauhid merupakan hak Allah dan fondasi bagi seluruh amalan ketaatan.

Dengan kata lain, suatu amalan tidak akan diterima oleh Allah kecuali setelah benarnya tauhid seorang hamba.

Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu 'anhuma, bahwa Rosulullah ﷺ ketika mengutus Mu'adz bin Jabal ke negeri Yaman mengingatkan:

إنك تأتي قوما من أهل الكتاب فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله (وفي رواية) إلى أن يوحدو الله

"Sesungguhnya kamu akan mendatangi suatu kaum dari kalangan ahli kitab, maka hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah syahadat laa Ilaaha Illallaah (dalam riwayat lain) agar mereka mentauhidkan Allah.." (HR. Al-Bukhori 4347, 7372 dan Muslim 19)

Mu'adz bin Jabal diutus oleh Rosulullah ﷺ karena beliau shohabat yang faqih. Beliau juga shohabat yang menjadi rujukan dalam hal ilmu, hukum, dan Al-Qur'an.

Sedangkan yang dimaksud ahli kitab adalah orang-orang diturunkan pada mereka kitab suci meski sudah mengalami tahrif (pengubahan) yaitu Yahudi dan Nashoro. 

Negeri Yaman kala itu didominasi oleh kalangan ahli kitab sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Qurthubi (Al-Mufhim 1/181). Dan ini sebagai arahan dari Rosulullah ﷺ kepada Mu'adz agar mengerti medan dakwah sehingga lebih siap berdialog dengan mereka. 

Menyeru kepada syahadat tauhid laa ilaaha illallaah artinya menjadikan Allah sebagai satu-satu-Nya Dzat yang berhak diberikan penghambaan. Inilah hakikat tauhid.

Hal itu menunjukkan dakwah kepada tauhid sebagai kewajiban pertama dan utama sebelum mendakwahkan hal lain. Seruan kepada tauhid merupakan ruh dakwah kepada agama Allah.

Namun apakah seruan kepada tauhid ini secara khusus hanya ditujukan kepada ahli kitab dan orang kafir saja?

Jawabannya, seruan kepada tauhid juga berlaku bagi kaum muslimin, bahkan di negeri tauhid sekalipun, hal ini untuk menjaga kemurnian tauhid dari polusi syirik dan bid'ah serta menutup semua sarana yang dapat menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang membatalkan tauhid atau mengurangi kesempurnaannya.

Oleh sebab itu, pasca Rosulullah ﷺ hijroh ke Madinah dakwah tauhid semakin pesat dan meluas dan ayat-ayat tauhid banyak diturunkan di Madinah. Sebagaimana firman Allah ta'ala:

فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك

"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan mohonlah ampunan atas dosa-dosamu." (Muhammad: 19) 

Fikri Abul Hasan

0 comments:

Posting Komentar