Mengingkari dengan terang-terangan manakala penguasa terang-terangan menyelisihi sunnah.
Hal ini sebagaimana yang dilakukan Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Mas'ud Al-Anshori yang mengingkari Marwan bin Al-Hakam gubernur Madinah lantaran mendahulukan khutbah 'ied sebelum sholat (Riwayat Al-Bukhori 956 dan Muslim 889).
Para shohabat yang hadir kala itu sangat banyak jumlahnya, namun tak ada satupun yang mengingkari perbuatan Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Mas'ud Al-Anshori tersebut.
Begitupula dengan perbuatan Ali bin Abi Tholib yang menyelisihi Utsman bin Affan sebagai penguasa yang melarang haji tamattu' dan haji qiron.
Ali dengan pendiriannya tetap mengerjakan haji qiron dengan terang-terangan karena beliau khawatir bila manusia nantinya beranggapan hanya haji ifrod saja yang diperbolehkan.
Atsar ini dikomentari oleh Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolani:
وفيه إنكار العلماء على الأمراء إذا صنعوا ما يخالف السنة
"Di sini ada faidah bahwa para ulama semestinya mengingkari para penguasa apabila perbuatannya itu jelas-jelas menyelisihi sunnah.” (Fat-hul Bari 2/450)
Adapun sembunyi-sembunyi bila perkaranya selain menyelisihi sunnah sebagaimana perbuatan Usamah bin Zaid dan ini juga ditunjukkan oleh hadits shohih.
Usamah bin Zaid berkata:
ترون أني لا أكلمه إلا أسمعكم والله لقد كلمته فيما بيني وبينه ما دون أن أفتتح أمرا لا أحب أن أكون أول من فتحه
“Apakah kalian berpendapat bahwa aku tidak menasihatinya (Utsman bin Affan) kecuali aku harus perdengarkan dulu kepada kalian? Demi Allah! aku telah menasihatinya antara aku dan dia tanpa aku membuka pintu (fitnah) yang aku tidak suka bila aku menjadi orang pertama yang memulainya.” (Riwayat Muslim 2989)
Perhatikan, di sini Usamah bin Zaid mengedepankan maslahat dan menghindari mafsadah dengan menasihati penguasa sembunyi-sembunyi.
Al-Imam Al-Muhallab menjelaskan:
أرادوا من أسامة ان يكلم عثمان وكان من خاصته وممن يخف عليه في شأن الوليد بن عقبة لأنه كان ظهر عليه ريح نبيذ وشهر أمره وكان أخا عثمان لأمه وكان يستعمله فقال أسامة قد كلمته سرا دون أن أفتح بابا أي باب الإنكار على الأئمة علانية خشية ان تفترق الكلمة
“Mereka menghendaki Usamah agar berbicara kepada Utsman; dan beliau adalah orang dekat dan disegani Utsman; perihal Al-Walid bin Uqbah, karena tercium darinya bau khomr dan telah menjadi perbincangan manusia. Hal itu karena Al-Walid adalah saudara seibu dengan Utsman dan Utsman menugaskannya sebagai gubernur. Maka Usamah berkata, “Sungguh aku telah berbicara kepadanya secara rahasia tanpa aku membuka pintu fitnah" yaitu mengingkari penguasa secara terang-terangan karena beliau mengkhawatirkan tercerai berainya persatuan kaum Muslimin.” (Fat-hul Bari 13/52)
Dan penting untuk diingat, bahwa yang melakukan pengingkaran dan nasihat hanyalah para ahli yang berkompeten, bukan haknya setiap orang, bukan pula dengan demonstrasi, agitasi, makian yang dapat menyulut fitnah dan kerusakan.
Fikri Abul Hasan
0 comments:
Posting Komentar