Selasa, 20 Oktober 2020

Catatan Maulid Nabi ﷺ

(1). Tidak ada yang benci dengan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ selain kuffar dan munafiqin.

(2). Tanggal kelahiran Nabi ﷺ diperselisihkan oleh para ulama. Sedangkan wafatnya beliau ﷺ para ulama sepakat tanggal 12 Robi'ul Awwal.

(3). Nabi ﷺ dan para shohabat tidak pernah mengadakan perayaan tahunan pada tanggal kelahiran beliau ﷺ. Nabi ﷺ hanya berpuasa pada hari kelahirannya hari senin.

(4). Imam madzhab yang empat tidak ada yang menganjurkan mengadakan perayaan maulid Nabi ﷺ setiap tahun.

(5). Para ahli sejarah menyebutkan perayaan maulid pertama kali diadakan oleh daulah Syiah Fathimiyyah di Mesir pada abad ke 4 hijriyyah. (Al-Ibda' Fi Madhoril Ibtida' hal. 251)

(6). “Barangsiapa mengagungkan hari kelahiranku, niscaya aku akan memberi syafaat kepadanya pada hari kiamat dan barangsiapa berinfaq satu dirham pada hari kelahiranku maka seolah-olah dia berinfaq satu gunung emas fi sabilillah.” Para ulama mengatakan hadits ini palsu.

(7). Cerita Abu Lahb diringankan azabnya tiap hari senin karena gembira sambut kelahiran Nabi ﷺ dengan memerdekakan Tsuwaibah, kisah ini bukan bersumber dari Nabi ﷺ maupun para shohabat sehingga tidak dapat menjadi sandaran dan ini termasuk perkara ghoib.

(8). Sejarah mencatat Tsuwaibah dimerdekakan belakangan jauh setelah kelahiran Nabi ﷺ. Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolani Asy-Syafii, "Abu Lahb memerdekakan Tsuwaibah sebelum hijroh, ini berarti setelah menyusui dalam masa yang panjang." (Al-Fath 9/145)

(9). Bukti mencintai Nabi ﷺ adalah dengan mengikuti sunnah (petunjuk) beliau ﷺ. Allah berfirman, "Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu." (Ali-'Imron: 31)

(10). Kewajiban sesama muslim saling mengingatkan dengan cara yang ma'ruf karena agama ini nasihat.

Fikri Abul Hasan

0 comments:

Posting Komentar