Hadits yang menyebutkan,
اقرأوا يس على موتاكم
"Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sekarat di antara kalian."
Hadits ini keabsahannya diperselisihkan oleh para ulama. Pendapat yang lebih rojih hadits ini dho'if (lemah) sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Imam An-Nawawi.
Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-Asqolani berkata, "Ibnul Qotthon menilai cacat hadits ini lantaran idhtirob, mauquf, majhulnya rowi Abu Utsman dan ayahnya." (At-Talkhis 2/104)
Adapun yang dimaksud 'ala mautaakum dalam hadits bukanlah orang yang sudah meninggal seperti yang dipahami sebagian orang, tetapi 'indal muhtadhoriin yaitu orang yang sedang sekarat. Dan disebut maut karena dekatnya kematian.
Sebab itu para ulama menghukumi bid'ah membacakan surat Yasin kepada orang yang sudah meninggal sebagaimana yang ditegaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
Kendati demikian, membacakan Yasin kepada orang yang sekarat ada khilaf di antara ulama karena adanya perbedaan pendapat dalam menyoroti keabsahan riwayatnya. Di samping kandungan surat Yasin berisi tentang tauhid serta kabar gembira bagi orang yang mati di atas tauhid menurut ulama yang menganjurkan.
Namun para ulama sepakat mentalqinkan orang yang sekarat yaitu membimbing mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah (tidak ada sesembahan yang benar selain Allah).
Hal ini berdasarkan riwayat Abu Huroiroh bahwa Rosulullah ﷺ bersabda:
لقنوا موتاكم لا إله إلا الله
"Talqinkanlah orang yang sekarat di antara kalian agar mengucapkan “laa ilaaha illallaah".” (HR. Muslim 2162)
Fikri Abul Hasan
0 comments:
Posting Komentar