Syaikh Al-'Allamah Bakr Abu Zaid menjelaskan bagaimana metode menuntut ilmu dan tahapan belajar. Para Ulama mengingatkan:
"Siapa yang belum menguasai kaidah dasar ilmu dengan baik maka dia akan terhalang memahami ilmu dengan benar." (Tadzkirotus Sami' wal Mutakallim hal. 144)
"Siapa yang menginginkan ilmu sekaligus maka ilmu akan meninggalkannya sekaligus." (Fadhlul 'Ilmi hal.144)
"Terlalu banyak ilmu yang didengarkan akan membingungkan pemahaman." (Syarhul Ihya' 1/334)
Maka para pembelajar perlu pemantapan fondasi atas setiap disiplin ilmu yang dipelajarinya. Caranya dengan menghafal kaidah dan rangkuman ilmiyah di bawah bimbingan seorang guru yang ahli, bukan belajar dengan autodidak, tetapi berupaya menjalani proses belajar secara bertahap.
Hal ini sebagaimana metode Al-Qur'an yang diturunkan dengan bertahap. Allah berfirman:
وقرآنا فرقناه لتقرأه على الناس على مكث ونزلناه تنزيلا
"Al-Qur'an itu telah Kami turunkan secara berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." Al-Isro': 106. (Hilyah Tholibil 'Ilmi hal. 25)
Menuntut ilmu butuh kesabaran tahap demi tahap, tidak ada kata instan dalam belajar. Justru dengan kesungguhan dan kesabaran itu ilmu menjadi berkah mudah dipahami sesuai maksud syariat.
Sebab itu para Ulama mengingatkan, banyak orang yang diberi ilmu, namun tidak dianugerahi pemahaman.
Fikri Abul Hasan
0 comments:
Posting Komentar