Kamis, 08 Oktober 2020

Perselisihan Furu' Aqidah

Para Salaf tidak berselisih dalam masalah aqidah secara umum. Semuanya sepakat bahwa aqidah haruslah dibangun di atas landasan dalil-dalil Al-Qur'an was Sunnah yang murni dari pengaruh pemikiran. 

Namun, dalam hal furu' aqidah (cabang aqidah) ada beberapa masalah yang diperselisihkan oleh Salaf dan jumlahnya tidak banyak. Antara lain perselisihan para shohabat apakah Rosulullah ﷺ melihat Robbnya di malam mi'roj dengan mata kepala beliau ataukah dengan mata hatinya?

Akan tetapi yang perlu kita garis bawahi di sini bahwa suasana perselisihan itu dibangun di atas ushul (prinsip) yang sama, sumber ilmu yang sama, dan saling berlapang dada.

Menyikapi hal ini Al-Imam Adz-Dzahabi Asy-Syafii mengingatkan:

ولا نعنف من أثبت الرؤية لنبينا في الدنيا ولا من نفاها بل نقول الله ورسوله أعلم بل نعنف ونبدع من أنكر الرؤية في الآخرة إذ رؤية الله في الآخرة ثبتت بنصوص متوافرة

"Tidak semestinya kita bersikap keras terhadap orang yang berpendapat Nabi ﷺ melihat Allah di dunia atau yang berpendapat menafikannya. Bahkan lebih selamat kita katakan, "Allah dan Rosul-Nya yang paling mengetahui." Kendati demikian, kita bersikap keras dan membid'ahkan orang yang mengingkari ru'yah (melihat Allah) di akhirat karena banyaknya dalil-dalil shohih yang menetapkannya." (As-Siyar 10/114)

Pesan Al-Imam Adz-Dzahabi di atas mengajak kita agar selalu bersikap objektif dan dewasa dalam suasana perselisihan. Ada permasalahan yang harus disikapi secara tegas, tetapi ada juga yang semestinya disikapi dengan lapang dada.

Fikri Abul Hasan

0 comments:

Posting Komentar